Pikiran ku tentang alam ini dan lingkungan hidup disekitar kita


“apakah ada yang membuat kehidupan didunia ini’?
Dengan anugrah akal yang sudah diberikan , kita sebagai manusia memanga selalu mengambangkan kepandainnya untuk memanfaatkan segala sesuatu yang terdapat didunia ini. Kita didunia ini tidaklah sendiri, kita bersama makhluk makhluk yang lain bersama sama diciptakan untuk menghuni bumi ini.
“tetapi siapakah diantara makhluk makhluk ciptaan ilahi yang menguasai bumi? atau karena kita adalah makhluk yang diciptakan lebih sempurna dari makhluk lain pantas dinobatkan sebagai penguasa dibumi ini? Tapi apa pantas? Penguasa tetapi masih bergantung kepada makhluk yang lain untuk melanjutkan hidup????”Entah dari mana pertanyaan itu muncul dalam benakku?
Alam sebagai perantara Tuhan dalam menunjukan kekuasaannya. Udara yang sering kita hirup, air yang sering kita minum, makanan yang berassal dari alam sekitar. jika kita berpikir secara rasional itu suwatu kewajaran dalam roda kehidupan yang terus berputar.
Jika kita menganggap diri kita sebagai makhlik yang bernalar, seharusnya kita berterima kasih kepada alam dan lingkungan yang ada dibumi ini. Laut biru samaudrabanyak menampung banyak kekayaan alamiyang sangat barmanfaat bagi kehidupan, sesekaligus tempat tinggal bagi aneka ragam hayati maupun nonhayati. Tanah yang sedang kita pijak ini menjadi tempat utama berlangsungnya kehidupan didunia ini. Hutanpun tidak terkira manfaatnya bagi kelangsungan hidup manusia dan makhluk lainnya. Hutan adalah paru paru dunia. Akan tetapi masalah pelik kemudian terjadi yaitu mereka lupa manfaat lain hutan untuk berbagai macam bencana.
Zaman dahulu pepohonan sangatlah banyak dan tumbuh besar dan rindang, belum mengenal namanya limbah dan polusi yang berasal dari pabrik pabrik dan banyaknya kendaraan bermotor. Sekarang tempat tempat untuk ditanami pohon sudah jarang, digantikan dengan rumah huniandan prasarana penunjang kemodern lainnya. Secara eksplisit dapat dinyatakan bahwa tingkat kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia dapat ditentukan oleh kualitas hidup.
Sangatlah tidak benar jakalau mereka mereka yang merusak alam demi keuntungan pribadi dan kelompok semata. Penyesalan akhirnya datang terlambat setelah banyak terjadinya bencana , reboisasi atau penanaman hutan kembali haruslah digalakan karena sangat jarang pepohonan yang dapat menyerap air hujan yang akan mengakibatkan banjir . “tapi apakah semua itu dapat mengembalikan secara total kesuburan tanah?”
Indonesia adalah negara yang memiliki atau akan kaya dengan sumber daya alamnya. Bagaimana tidak? Negara kita diapit oleh dua samudera yaitu samudera hindia dan samudera pasifik, diapit oleh dua benua yaitu benua asia dan benua australia. Bahkan dengan begitu luasnya Indonesia dengan dikelilingi kumpulan pulau dan hutan lebat membuat negara kita disebut sebagai paru paru dunia.  Saya sangat bangga bisa tinggal disuatu negara yang akan kaya alamnya seperti Indonesia.
“tetapi apa yanng masih terjadi pada negaraku ini?”
Indonesia mungkin saja akan terbawa arus globalisasi yang demi kemodern yang membabat sedikit demi sedikit hutan yang ada.” Siapa yang akan bertanggung jawab dengan keadaan alam dan lingkungan hidup yang terjadi diIndonesia?” tentulah yang harus bertanggung jawab itu makhluk hidup yang menghuni negara ini. “tetapi siapakah yang harusnya bersalah atas berbagai ketimpangan yang telah terjadi dinegara kita ini?” apakah pertanyaan mutlak yang harus menjawab pertanyaan iti?
Jika kita berterus terang dan menyadari bahwa alam didunia ini akan habis, tentulah pemanfaatanya  pun harus dengan memikirkan upaya penghematan yang dapat dilakukan. Inti untuk mengatasi semua itu adalah tidaka ada kata terlambat untuk melestarikan alam dan lingkungan di negara kita ini, segala upaya harus benar dilakukan dengan menjaga keberlangsungan lingkungan hidup yang mencangkup sumber daya alam, disertai penerapan kebijaksanaan terhadap penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pengawasan dan penendalian lingkungan hidup.
Jika manusia merasa semua yang ada dialam ini diciptakan untuk terus dimanfaatkan, tentunya harus tetap ada pembatasnya dan tidak merusak alam dan lingkungan.

MAKA DARI ITU YUUUK KITA SAMA SAMA MENJAGA ALAM KITA, TERUTAMA KITA SEBAGAI NEGARA YANG KAYA AKAN KEKAYAAN ALAM DAN LINGKUNGAN HIDUP.


0 komentar:

Posting Komentar

Popular Posts

Pages - Menu

Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © / Fajar Ramadhan

Template by : Urang-kurai / powered by :blogger